Desa Pecatu Gelar Rapat Evaluasi Program Pengelolaan Sampah Tidak Pilah Tidak Angkut Bersama DLHK Badung dan Delterra
Pecatu, 30 Oktober 2025 - Pemerintah Desa Pecatu menyelenggarakan rapat evaluasi perkembangan dan tindak lanjut program pengelolaan sampah “Tidak Pilah Tidak Angkut” yang telah berjalan sejak Agustus 2025. Rapat ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Pecatu dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya Kabid DLHK Kabupaten Badung Anak Agung Dalem, tim dari Delterra, Direktur BUMDesa Catu Kwero Sedana Pecatu, perwakilan Manajemen Badan Pengelola ODTW Uluwatu, serta Kelian Banjar Dinas Suluban dan Kelian Banjar Dinas Karang Boma.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas capaian, tantangan, serta strategi perbaikan dari pelaksanaan program “Tidak Pilah Tidak Angkut” yang menjadi salah satu inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Pecatu. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Desa Pecatu, BUMDesa Catu Kwero Sedana, dan Delterra dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung.
Dalam paparannya, pihak Delterra menyampaikan perkembangan pelaksanaan program yang telah berjalan melalui tiga tahap utama, yakni pra-pelaksanaan pada Agustus hingga September, pelaksanaan edukasi dan monitoring dari September hingga Oktober, serta tahap pasca-pelaksanaan dan monitoring akhir yang berlangsung hingga 2 November 2025. Selama periode pelaksanaan, tim telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain penentuan jalur dan lokasi sasaran pelanggan, edukasi kepada masyarakat, pelatihan SOP pengangkutan bagi petugas BUMDesa, serta peluncuran resmi program “TP-TA” (Tidak Pilah Tidak Angkut) pada 20 Oktober 2025.
Kabid DLHK Badung Anak Agung Dalem dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Desa Pecatu yang menjadi salah satu desa percontohan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan tanggung jawab bersama. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kesadaran memilah sampah dapat tertanam dan berpengaruh langsung pada keberhasilan program lingkungan ini.
Sementara itu, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, SE, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata Desa Pecatu dalam mendukung upaya Kabupaten Badung menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan sesuai prinsip Desa Peduli Lingkungan (Proklim). “Program ini bukan hanya tentang teknis pengangkutan, tetapi juga tentang mengubah perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah dari sumbernya. Kami berharap melalui sinergi dengan Delterra, BUMDesa, dan DLHK, program ini bisa menjadi model keberhasilan bagi desa-desa lainnya di Badung,” ujarnya.
Rapat evaluasi ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis dan penyesuaian dalam proses pengangkutan serta komunikasi dengan masyarakat pengguna layanan. Selain itu, monitoring lanjutan akan tetap dilakukan setelah masa pendampingan Delterra berakhir pada awal November, untuk memastikan program berjalan berkelanjutan di bawah pengelolaan BUMDesa Catu Kwero Sedana.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, menandai komitmen bersama antara pemerintah desa, lembaga mitra, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan di Desa Pecatu.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin